Senin, 04 April 2016

UJIAN NASIONAL : Hari Pertama

Mulai hari ini, Senin 4 April 2016 hingga Selasa, 12 April 2016, Sekolah Menengah Atas di seluruh Indonesia, sebagian mengikuti ujian nasional berbasis komputer dan sebagian lagi tetap mengikuti ujian dengan paper based test. 

Untuk sekolah-sekolah SMA dan SMK di Jakarta telah diwajibkan oleh PEMDA DKI Jakarta menggunakan Computer Based Test (CBT), kecuali untuk hal-hal khusus sekolah diperbolehkan mengikuti pola lama.

Pada ujian nasional kali ini yang menggunakan CBT rata-rata sekolah terbagi atas tiga sesi ujian, yakni mulai pukul 7.30 - 9.30 untuk sesi pertama, sesi kedua dimulai 10.30 -  13.30 dan untuk sesi ketiga mulai pukul 14.00 - 16.00.Mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama adalah Bahasa Indonesia. 

Berikut suasana ujian nasional berbasis komputer sesi pertama yang diikuti oleh siswa-siswa kelas XII IPA 1 dan 2 :



Jumat, 01 April 2016

Apel Terakhir : Snapshot 12#













Apel Terakhir Angkatan 2016 Dalam Jepretan













Workshop Menulis Cerpen : Hari Kedua

Pada hari kedua workshop menampilkan penulis sekaligus motivator, Namin AB Ibnu Solihin. Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa menjadi penulis itu sangat penting. Mengapa penting, sebab dengan menulis apa yang ada dalam pikiran kita akan tercurahkan dan dapat menginspirasi banyak orang.

Selama kurang lebih 2 jam setengah mengisi materi menulis itu indah, peserta selain mendengarkan materi yang disampaikan, peserta juga diberi tugas menulis dan membacakannya di depan peserta. Peserta termotivasi tergambar saat mempraktekan materi yang diperoleh, suasana senyap, peserta tenggelam dalam kegiatannya sendiri, menulis. 





SAHABAT : Sebuah Tulisan Hasil Workshop Menulis Cerpen




SAHABAT

oleh : Syafira Fitria

Freya termenung seraya memandang sosok yang kini menjauh. Itu Reina sahabatnya.Entah apa yang membuatnya bersikap ketus belakangan ini. Hal itu sudah terjadi sekitar seminggu yang lalu saat dirinya memenangkan perlombaan membuat cerpen.

Tapi saat iti dia bersikap biasa. Kenapa sekarang jadi aneh?, batin Freya tak mengerti.

Dirinya terdiam seraya pikirannya kembali berkelana.

Seorang gadis kecil tersenyum manis menuju ke arah taman tanpa medengarkan panggilan orang tuanya yang kini sedang kesusahan mengejarnya.

“Freya jangan jauh-jauh nak”, ujar mamanya setengah berteriak.

Gadis kecil itu terus berlari seraya menoleh kebelakang. Akibatnya, gadis kecil yang bernama Freya 
tak melihat pembatas jalan yang membuatnya tersandung.

Gadis itu menangis merasakan perih dilututnya. Sampai akhirnya sebuah tangan mungil menawarkan bantuan.

“Kamu gak apa-apa?”, ujar sosok itu.

Seorang gadis manis yang seumuran dengannya terlihat sedang mengulurkan tangannya menawarkan bantuan.

Abu-Abu Dalam Pelangi oleh Zahra

Abu - Abu Dalam Pelangi


            Manusia hanya melihat apa yang ingin mereka lihat, dan hanya percaya apa yang mereka ingin percayai. Setidaknya, itulah yang dipikirkan oleh siswi SMA kelas 1 ini, Karin. Sejak orang tuanya bercerai 3 tahun lalu, ia merasa hidupnya berubah perlahan-lahan. Entah itu menjadi lebih baik atau lebih buruk, ia tidak tahu. Yang ia tahu hanyalah ia merasa nyaman dengan keadaannya sekarang, entah bagaimana pun itu.
           
Zahra (paling kiri) penulis cerpen ini sebagai hasil dari praktek menulis sesi pertama
Lucu, adalah hal yang terlintas dipikirannya pertama kali ketika ia berusaha mendeskripsikan tentang hidupnya sendiri. Dulu ia adalah seorang anak yang periang, ramah, dan senang bergaul dengan siapa pun asalkan memberi dampak positif. Ia juga terlahir di dalam keluarga yang bisa dibilang biasa biasa saja, dengan satu orang adik laki-laki yang terpaut 5 tahun darinya. Dulu, ia merasa seperti anak yang paling bahagia yang ada di dunia.

WORKSHOP MENULIS CERPEN

Kini menjadi penulis sangat menjanjikan baik dari sisi materi maupun sosial. Kalau dulu, orang tua melarang ank-anaknya menjadi penulis, sastrawan karena melihat kondisi riil yang menjadi sastrawan "tidak bermasa depan". 

Penulis merupakan orang-orang brilyan, sebab dengan tulisannya dapat mempengaruhi kehidupan baik individual maupun masyarakat, bahkan sebuah bangsa. Cita-cita kartini terangkat berkat tulisan-tulisannya berupa surat yang dikirim kepada temannya di Belanda. Kumpulan tulisannya menginsipirasi kaum wanita Indonesia lewat Habis Gelap Terbitlah Terang.

Untuk itulah untuk membangkitkan semangat kepenulisan, OSIS mengadakan pelatihan atau worksho menulis cerpen. Tujuan kegiatan ini adalah melahirkan calon-calon penulis yang dapat menginspirasi rekan-rekannya untuk menuangkan ide-idenya lewat tulisan.

Nara sumber yang diharapkan menjadi inspirator dalam acara ini adalah orang-orang yang berkompeten dalam hal tulis menulis antara lain Bayu maulana seorang pemulis novel Catatan Akhir Kuliah dan novelnya sudah difilmkan serta Namin AB Ibnu Solihin, seorang penulis dan motivator pendidikan.



18 PEJUANG SNMPTN 2017